Saturday, July 27, 2013

Resume Day #11 MBC

Di day ke 11 MBC ini, kami memulai apel siang pada pukul 13.00. Pada hari ini, kuorum kami berjumlah 174 orang dan bersifat kuorum berjalan hingga pukul 20.30 nantinya. Seusai apel pagi, kami diajarkan 3 lagu baru, yaitu:

Masa Bodoh
Masa bodoh sama kelasemen
Masa bodoh materi pemain
Gue dukung cuma HME
Ayolah juara

Gak peduli provokasi lawan
Gak peduli juara bertahan
Gue dukung cuma HME
Ayolah berjaya

HME Bawah Tanah
Anak HME datang dari bawah tanah
Anak HME mendukung tim .... nya
Daripada dukung syalala
Lebih baik dukung HME
HME oi jadi juara

Kami Bukan Bonek
Kami bukan Bonek
Bukan juga the Jack
Bukan Viking atau Aremania
Kami bukan Kampak
Bukan Slemania
Kami ini HME ITB

Setelah diajari beberapa lagu baru, kami memasuki sesi games dan kami dipisah menjadi dua tim. Games yang pertama berjudul “MBC Bulaga”. Di MBC Bulaga ini, dari masing-masing tim akan diwakili oleh 2 orang, dengan satu orang menjadi penebak dan satu orang menjadi penjawab. Ketentuannya adalah sang penjawab hanya boleh menjawab Ya, Tidak, atau Bisa Jadi untuk menjawab pertanyaan dari sang penebak. Kata-kata yang ditebak juga berhubungan dengan MBC, HME, dan bidang keelektroteknikan. Games yang kedua adalah menebak ciri-ciri dengan cara setiap tim mengajukan 6 orang yang akan menuliskan hal unik mereka masing-masing di secarik kertas. Kemudian, tim lawan akan menyebutkan ciri-ciri dan moderator akan mengatakan “Ada” atau “Tidak ada” dengan mengacu ke secarik kertas yang dituliskan sebelumnya. Setelah dirasa cukup, tim lawan dapat mengajukan nama dari orang yang memiliki ciri-ciri tersebut dan hanya diberi kesempatan untuk menyebutkan nama hanya dua kali saja, tetapi untuk menyebutkan ciri-cirinya tidak dibatasi.

Setelah sesi games, kami melakukan mobilisasi secara sporadis menuju lapangan basket AB di saraga. Di sana kami mengeluarkan perwakilan dari kami untuk melawan seniro-seniro bermain basket. Pada jam 17.00, seniro terpaksa menghentikan kegiatan kami karena hujan dan beresiko bila dilanjutkan karena lapangannya licin sehingga kami dibubarkan secara sporadis dan harus kembali lagi ke basement labtek VIII pada pukul 20.30 dengan membawa spek malam kami.

Setelah pukul 20.30, kami berkumpul kembali di selasar basement labtek VIII. Jumlah kami yang hadir pada malam itu berjumlah 170 orang. Kemudian, kami dimobilisasi menuju selasar basement labtek VII. Pada malam ini kami semua akan membahas tentang evaluasi dari kinerja angkatan kami selama keberjalanan MBC ini. Evaluasi dimulai dari pembahasan tugas-tugas yang telah diberikan. Tugas-tugas tersebut adalah laporan format IEEE, essay tentang isu-isu kelektroteknikan, buku lintas angkatan, dan buku angkatan. Seniro mengatakan bahwa masih ada diantara kami yang belum mengerjakan tugas-tugas tersebut dan ada pula yang tidak dikerjakan secara maksimal. Walaupun pada kesempatan sebelumya kami telah diperingatkan tentang pencoretan terhadap kami-kami yang lalai dalam mengerjakan tugas yang diberikan, seniro belum mau mengambil jalan tersebut. Tetapi, seniro akan melakukan pemanggilan terhadap orang-orang tersebut, dan ingin menanyakan kesulitan apakah yang dihadapi sehingga tidak dapat mengerjakan tugas yang diberikan.

Evaluasi yang kedua adalah tentang tingkat pemahaman kami terhadap materi yang telah diberikan selama MBC ini. Seniro dan senorita menanyakan beberapa pertanyaan seperti tujuan dari HME dan visi BP HME tahun ini. Seniro Reinhart juga menekankan kepada kami bahwa kami dapat dengan mudah menghafalkan materi yang ada di dummies, tetapi yang dibutuhkan bukan hanya hafal saja, melainkan kami juga harus mengerti apa yang terkandung dari materi-materi tersebut.

Evaluasi ketiga adalah keadaan angkatan kami saat ini. Seniro menanyakan keadaan angkatan kami dari sudut pandang angkatan kami sendiri. Beberapa teman kami menyampaikan bahwa kami sudah lebih menyatu, kotak-kotak sudah mulai menghilang, dan semakin peduli terhadap teman-teman yang tidak bisa mengikuti MBC. Kemudian, seniro-senorita juga menanyakan keaadan angkatan kami menurut sudut pandang dari seniro-senorita. Kemudian, beberapa teman kami menjawab bahwa kami masih kurang serius dalam mengikuti MBC yang terlihat dari tugas-tugas yang tidak dikerjakan dengan baik, masih kurang peduli dengan angkatan yang terlihat dari sulitnya pemenuhan kuorum.


Evaluasi yang terakhir adalah tentang proyek angkatan kami. Para seniro-senorita menanyakan kepada kami progress proyek angkatan kami sudah berjalan sampai mana. Kemudian kami juga diharuskan untuk mengupdate tentang progress proyek kami ini setiap 5 hari sekali di blog angkatan kami agar dapat terpantau oleh seniro dan senorita, serta harus dicantumkan berapa orang yang terlibat dalam pengerjaan proyeknya.

Wednesday, July 24, 2013

Resume Day #10 MBC

Pada apel pagi di MBC day 10 ini, jumlah kami yang hadir fisik sebanyak 169 orang. Padahal nilai ini masih jauh dari kuorum yang dijanjikan sebelumnya yaitu 210 orang. Kami mendapatkan tugas konsekuensi karena kegagalan kami dalam memenuhi kuorum yang sudah terlalu banyak. Tugas tersebut adalah dengan menuliskan minimal 80 kata di blog angkatan kami di bagian tentang kami mengenai alasan kami yang tidak dapat memenuhi kuorum, dan dapat dihapuskan kalau pada MBC day selanjutnya kami dapat memenuhi kuorumnya. Disamping itu, kami semua harus menyebarkan link blog angkatan kami ini ke seluruh jejaring sosial yang kami punya. Sebelum mengakhiri apel pagi Seniro Reinhart mengatakan bahwa semua manusia unik dan mempunyai kemampuan yang berbeda-beda itu karena ada alasannya.

Kemudian, kami diberikan materi tentang Palapa. Palapa adalah proyek pengabdian masyarakat yang dimulai oleh mahasiswa Teknik Elektro ITB angkatan 2005, tepatnya saat mereka menjalani Masa Bina Cinta sebagai tugas angkatan mereka. Palapa ini sendiri dinamai dari sumpah palapa yang diucapkan oleh Gajah Mada untuk menyatukan nusantara, yang juga diadopsi sebagai nama satelit pertama yang diluncurkan untuk Indonesia.

Proyek pertama dari Palapa bernama Palapa Jaya. Proyek ini diadakan di Desa Jayamukti, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut. Pada proyek ini akan dibangun sebuah generator listrik bertenaga air yang mampu menghasilkan sekitar 5kW. Kemudian, listrik ini akan didistribusikan ke seluruh rumah-rumah warga dengan kapasitas maksimal 15 watt yang cukup untuk menyalakan 3 lampu berukuran 5 watt. Proyek Palapa Jaya ini juga sempat mengundang perhatian salah satu televisi swasta untuk meliput kegiatan proyek mereka.

Proyek yang kedua dinamakan Palapa II, diadakan di Desa Mekarwangi, Kabupaten Garut. Proyek ini dimulai pada Januari 2010 dan selesai pada April 2010. Di proyek kali ini akan dibangun pembangkit listrik tenaga surya berkekuatan 10x100Wp (Watt peak).

Kemudian, proyek ketiga yang dinamakan Palapa III diadakan di Desa Mekarwangi, Kabupaten Garut. Pada Palapa III ini bukan membangun pembangkit listrik baru lagi, melainkan melakukan maintenance PLTS yang telah dibangun pada Palapa II seperti penggantian batere. Pada Palapa III ini juga tidak hanya sekedar pembangunan pembangkit tenaga listrik saja, tetapi juga ke arah sosial seperti rumah belajar dan peternakan domba dan ikan lele.

HME juga mengikuti program Wae Rebo Power yang dilaksanakan di Wae Rebo, Flores, NTT. Proyek ini bertujuan untuk membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang menggantikan pembangkit listrik generator diesel yang sudah ada di daerah tersebut. Pembangkit listrik ini akan digunakan untuk mengolah komoditas utama mereka yaitu kopi.

Setelah itu kami juga diterangkan tentang Community Development. Community Development (Com-Dev) adalah kegiatan yang ditujukan untuk membangun dan memberdayakan masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup mereka. Perbedaan Com-Dev dengan Community Service adalah Com-Dev bersifat berkelanjutan. Tahapan yang dilakukan dalam Com-Dev meliputi
  • Identifikasi sosial
  • Identifikasi program
  • Penilaian Program
  •  Aplikasi Program
  • Monitoring dan evaluasi (monev)
  •  Audit sosial
  • Masukan bagi komunitas dan program selanjutnya
Selanjutnya, kami mendapatkan materi dari Bandito Alan Yudhautama tentang Problem Solving atau pemecahan masalah. Dalam memecahkan masalah, kami harus melakukannya seperti halnya menyelesaikan puzzle. Dalam menyelesaikan puzzle kami harus melihat gambar jadinya, kemudian mulai memasang puzzle dari sudut-sudutnya, kemudian dirangkai hingga selesai. Begitu pula dengan menyelesaikan masalah. Kita harus melihat gambaran besar hasilnya, kemudian menentukan batas-batasnya, dan mulai menyelesaikan masalahnya. Dalam problem solving kami diajarkan metode DSPA yang artinya Define the Problem, Structure the Problem, Prioritize Issues, dan Action Plan. Saat melakukan pendefisian masalah juga harus didefinisikan dengan metode SMART atau Specific, Measureable, Actionable, Realistic, dan Time-Bound. Untuk penstrukturan masalah dapat dilakukan dengan membuat Issue Tree yang merangkum apa saja yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalahnya. Kemudian di prioritas isu digunakan Impact-Effort Matrix yang mengelompokan solusi dari Issue Tree secara dampak yang dihasilkan dan usaha yang harus dikeluarkan. Dalam plan action, aksi yang harus dilakukan terlebih dahulu dari Impact-Effort Matrix adalah aksi yang mempunyai impact besar dengan effort yang kecil.

Setelah itu, kami mendapatkan tugas angkatan yang berupa proyek pengabdian masyarakat yang bersifat Community Service. Proyek ini harus selesai dalam waktu 2 bulan, terhitung dari day MBC kami saat ini, 24 Juli 2013. Selain itu, kami juga mendapat tugas tambahan dari buku lintas angkatan yaitu 2 bandito atau maharani lagi.

Esensi yang kami dapat dari day MBC hari ini adalah kami mendapat pengetahuan tentang pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh alumni-alumni dan bandito-bandito kami dalam proyek palapa serta menyelesaikan masalah secara terstruktur dan benar.

Thursday, July 18, 2013

Resume Day #9 MBC



Pada MBC day ke 9 ini dimulai dengan apel pagi. Jumlah kami pada saat apel pagi adalah 195 orang. Di akhir apel pagi seniro menekankan bahwa kami harus bisa dipimpin sebelum bisa memimpin dan memastikan bahwa materi yang disampaikan di MBC day ini harus dapat diketahui oleh teman-teman kami yang tidak dapat hadir pada hari ini.

Setelah itu kami dimobilisasi menuju gedung GKU Barat, tepatnya ruang 9231 lantai 4. Di sana kami diberikan materi oleh Ketua Kabinet Keluarga Mahasiswa (K3M) ITB atau biasa disebut Presiden KM periode 2013-2014, kak Nyoman Anjani. Kak Nyoman mulai menjelaskan kepada kami tentang arti mahasiswa dan perbedaan mendasar dari siswa. Mahasiswa terdiri dari kata "Maha" dan "Siswa" yang berarti siswa yang mempunyai tanggung jawab lebih terhadap nasib bangsa dan negara. Kak Nyoman juga memberikan penjelasan singkat tentang KM ITB dan bagan-bagannya. KM ITB sendiri terdiri dari 6 alat kemahasiswaan, yaitu HMJ, Unit, MWA-WM, Kabinet, Tim Beasiswa, dan Kongres. Setelah materi, kami juga diceritakan pengalaman pribadi dari Kak Nyoman, seperti pengalamannya ketika menjadi pencinta alam di SMA nya. Ia juga menceritakan keahliannya dalam bidang melukis. Kemudian, Kak Nyoman menceritakan pengalaman dan lika likunya ketika mencalonkan diri menjadi Presiden KM ITB. Pesannya kepada kami adalah memasrahkan segalanya kepada Allah setelah berusaha, dan jangan berprasangka buruk terhadap pikiran sendiri. Secara garis besar, esensi dari materi yang diberikan oleh Kak Nyoman adalah sebagai mahasiswa, kita tidak boleh melupakan tanggung jawab kita untuk memajukan bangsa dan negara. tetapi belajar sebagai tugas utama kita juga tidak boleh dilupakan. Setelah selesai sesi tanya jawab, kami dipersilahkan oleh seniro untuk ishoma sampai jam 13.10 dan kami langsung dibibarkan secara sporadis.

Setelah ishoma, kami kembali berkumpul kembali di Labtek VIII, seniro dan senorita kembali melakukan cek kenal kepada kami. Dengan pensuasanaan tegang beberapa dari kami mencoba untuk menyebutkan satu per satu teman-teman kami. Ada beberapa teman kami yang masih belum dapat menyebutkan semua teman kami yang ada saat itu, dan seniro-senorita memisahkan kami yang masih menghafal kurang dari 150 orang. Disana kami diminta untuk memberikan ide-ide yang efektif dan efisien cara menghafal satu angkatan dan menyelesaikan buku angkatan kami. Setelah setengah jam kami memberikan ide dan semua dari kami bersuara, seniro meminta kami untuk mencatat hasil dari ide-ide yang diungkapkan oleh kami sendiri dan kami harus menjadi yang paling gencar dalam menjalankan idenya.

Tuesday, July 16, 2013

Resume Day #8 MBC

Pada MBC day 8 ini dimulai dengan apel pagi. Pada penghitungan awal kami berjumlah 190 orang, dan bertambah 2 orang teman kami yang baru saja datang sehingga total kehadiran fisik pada apel pagi hari ini berjumlah 192 orang. Seperti biasa kami juga melakukan cek spek dan pengabsenan oleh tim pengabsen.

Kemudian, setelah apel pagi diadakan forum. Pada forum kali ini akan dibahas mengenai evaluasi keberjalanan wisuda, tugas, dan kinerja kami selama mengikuti day-day MBC sebelumnya. Pembahasan di forum yang pertama adalah wisuda. Seniro menanyakan apa yang kami dapatkan dari persiapan hingga eksekusi wisuda kemaren. Lalu kami menjawab angkatan lebih kompak, kerja sama dan kebersamaan, keterampilan, profesionalitas, menjalankan salah satu budaya HME yaitu apresiasi, bangga dan percaya kepada angkatan, juara 3, saling menghargai, pembagian waktu dan sumber daya. Seniro kemudian mengatakan bahwa kami harus terus berjuang dan semangat, seperti saat wisudaan kemarin.  Kemudian seniro juga meminta evaluasi terhadap keberjalanan wisuda kemarin, dan kami mengutarakan beberapa hal antara lain suara danlap yang kurang terdengar, barikade bingung saat gundala-gundili keluar barikade saat hujan, kerja serabutan saat persiapan wisuda, dan kurang ada persiapan saat kondisi hujan.

Setelah itu, dilanjutkan dengan evaluasi tugas pribadi kami. Dari data,  yang sudah mengumpulkan tugas isu elektroteknik adalah 80%, laporan IEEE 90%, review ada yang mengumpulkan terlambat, tidak mengumpulkan, ada pula yang belum membuat blog sama sekali. Seniro-senorita menilai bahwa kami masih belum maksimal dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Kemudian kami juga ditanyakan soal keberjalanan pengerjaan tugas buku angkatan. Masih ada diantara dari kami yang kurang dari 100 orang. Alasannya adalah karena fokus pada pengerjaan wisuda, pada kumpul angkatan hanya sedikit yang datang, ada pula yang belum dijarkom. Seniro juga mempertanyakan kenapa ada yang sudah mencapai 200 orang tetapi masih ada yang kurang dari 100 orang juga. Alasan dari teman kami yang mencapai 200 orang mengatakan bahwa mereka sering datang, kondisinya berbeda-beda pula, ada yang sudah mencapai 200 tetapi belum menempel foto. Alasan dari yang mencapai 150 hingga 200 orang adalah karena awal-awal rajin, tetapi lama kelamaan tertunda dengan adanya persiapan wisuda dan diklat. Ada pula teman kami yang mengatakan bahwa mengurangi kuantitas kenal setiap harinya agar waktu berkenalannya lebih lama sehingga lebih mengenal orangnya. Kemudian alasan dari teman kami yang mengerjakan 100 sampai 150 mengatakan bahwa sudah ada jadwal kumpul angkatan, tetapi ada yang tidak hadir karena adanya urgensi lainnya. Dan alasan dari teman kami yang baru mengerjakan sampai 100 mengatakan bahwa lagi fokus wisuda, fokus terbagi,dan beberapa kali tidak ikut kumpul angkatan. Ada pula yang mengatakan bawha kumpul angkatan sebelumnya beberapa kali sakit dan izin, mulai datang pas wisuda. Kemudian ada yang mengatakan bahwa menggampangkan yang sudah kenal, jadi malah justru yang sudah kenal belum ada di buku angkatannya.

Dilanjutkan dengan evaluasi tugas resume, seniro menekankan kepada teman-teman kami yang belum mengerjakan resume hingga ada teman kami pula yang belum membuat blog. Seniro meminta penjelasan dari 2 teman kami yang belum membuat blog, dan mereka menjawab karena masalah dengan internet di kostan. Kemudian seniro mengatakan bahwa kami ini satu keluarga, kalau ada yang tidak bisa atau mempunyai masalah harus tahu diri dan meminta bantuan temannya, yang tahu juga harus membantu. Kami harus meningkatkan kesadaran pribadi dan kepedulian terhadap angkatan kami sendiri. Seniro juga membahas tentang keterlambatan pengumpulan resume. Alasan keterlambatan yang diutarakan teman kami adalah karena terlambat konfirmasi, menganggap remeh tugas resume, teledor, malas, dan mempunyai urgensi lain. Kemudian seniro meminta kami untuk berhenti menyebutkan atau menyalahkan masalah-masalah teknis. Seniro juga mengingatkan agar kebiasaan terlambat dan malas ini dibawa sampai kuliah, karena terlambat mengumpulkan laporan praktikum langsung diberi nilai 0. Seniro juga menambahkan jika kami meremehkan tugas berarti kami juga menganggap remeh MBC. Oleh karena itu kami diminta solusi dari pertanggungjawaban dari malas mengerjakan tugas ini. Kemudian teman kami memberikan solusi agar sebelum kumpul angkatan akan ada teman kami yang meminjamkan laptop dan akun AI3 untuk mengerjakan tugas resume kepada teman kami yang tidak memiliki komputer ataupun koneksi internet di kostannya. Kemudian seniro juga memberikan kelonggaran terakhir untuk mengumpulkan tugas-tugas kami yang belum terkumpul yaitu laporan IEEE dan isu elektroteknik yang dikumpulkan pada hari kamis, review di blog untuk day 3 sampai day 7 paling lambat hari sabtu, dan buku angkatan dikumpulkan pada hari senin. Seniro Aufar mengatakan bahwa kelalaian untuk mengumpulkan tugas setelah diberikan kelonggaran ini akan berakibat pada pencoretan nama dari peserta MBC. Untuk teman kami yang tidak hadir pada hari ini dan berada di sekitar Bandung juga diminta untuk datang di hari berikutnya jam 10 pagi agar mereka juga mengetahui hal ini dan tidak terjadi kesalahan koordinasi dan komunikasi lagi.

Kemudian forum dilanjutkan dengan penyapaan seniro dan senorita ketika berpapasan. Seniro-senorita masih melihat banyak diantara dari kami saat berpapasan malah membuang muka dan tidak maumenyapa. Teman kami mengatakan saat kami terburu-buru dan tidak sadar bahwa yang dilihat merupakan seniro atau senorita, ada yang sungkan saat seniro-senorita sedang mengobrol dengan temannya, kurang tahu bahwa yang berjahim itu merupakan seniro-senorita atau bandito-maharani. Untuk para bonita mengatakan kadang malu sehingga lebih memilih untuk kabur. Kemudian seniro-senorita mengatakan bahwa kalau sedang berpapasan dengan mereka, jangan sungkan untuk menyapa. Menyapa itu adalah kewajiban kami. Apabila kami tidak mengetahui bahwa yang berjahim itu seniro-senorita atau bandito-maharani, maka sebutlah salah satunya saja. Karena dangan menyapa kami bisa mengenal calon keluarga kami nantinya di HME dan agar tidak canggung saat masuk HME. Kami juga diminta untuk mengenal massa HME. Kami diminta kapan akan memulai dan seperti apa teknisnya. Setelah berbagai usul yang diberikan oleh teman-teman kami, teknis yang digunakan adalah metode wawancara. Parameternya adalah 20 orang seniro, 10 orang senorita, 7 orang bandito, dan 7 orang maharani. Bukti kenalnya berupa buku yang berisi nama, NIM, serta catatan singkat hasil wawancara, serta tanda tangannya. Deadline dari pengerjaan tugas ini adalah hari sabtu, dengan catatan karena mengingat bandito-maharani banyak yang sedang KP, maka pada pengumpulan hari sabtu cukup 5 orang bandito plus maharani saja.


Pada pembahasan forum yang terakhir, kami diminta untuk merefleksikan kesalahan terbesar kami saat persiapan wisuda dan kami menjawab yaitu merusak sarana dan prasarana saat persiapan wisuda. Kami juga diminta untuk menjelaskan kerugian yang ditimbulkan dari perusakan ini dan kami menjawab kami merusak nama HME, serta mencoreng muka angkatan, membahayakan diri siendiri dan tidak ada yang mengingatkan, dan angkatan kami belum dewasa. Seniro berkata bahwa satu-satunya keuntungan yang bisa menutupi kerugian-kerugian tersebut adalah pembelajaran bagi kami. Belajarlah sebanyak mungkin, dan jagan ulangi kesalahan yang sama. Seniro juga menanyakan siapa yang memulai kegiatan ini, dan diminta alasannya. Teman kami menjawab bahwa karena boring mengerjakan properti wisuda. Kemudian seniro mengatakan bahwa tidak ada alasan yang benar untuk melakukan hal yang salah. Jangan menjadikan boring sebagai alasan, karena bisa dialihkan ke kegiatan lain yang lebih bermanfaat dari merusak sarpras. Seniro juga tidak memberikan konsekuensi dari kejadian ini, tetapi seniro menyatakan bahwa konsekuensi itu sudah ada pada kami yaitu kejadian kemarin sudah tercatat di sejarah Eltoro, dan itu akan kami bawa selama-lamanya. Kami butuh kedewasaan dan jika hal ini terulang lagi akan ada pencoretan. Salah satu pembelajaran dari kejadian ini adalah pengendalian diri, kami harus memikirkan apa yang akan terjadi sebelum bertindak.

Sunday, July 14, 2013

Resume Day #7 MBC



Di day ke-7 MBC ini kami mulai dengan apel pagi. Tidak seperti biasanya, kami melakukan apel pagi di selasar GKU Timur karena selasar basement Labtek VIII telah berisi berbagai atribut yang akan kami gunakan untuk arak-arakan. Pada hari ini kami akan bersiap-siap untuk mengarak para gundala dan gundili yang baru saja diwisuda di Sabuga. Di apel pagi ini kami berjumlah 214 orang dan kuorum yang dijanjikan pada pertemuan sebelumnya adalah 215 orang. Seniro mengingatkan bahwa pada saat arak-arakan nanti jumlah kami harus kuorum. Namun, tak beberapa lama ada 2 teman kami yang datang terlambat dan langsung mengikuti apel pagi, sehingga total jumlah kami pada apel pagi berjumlah 216 orang. Di apel pagi ini kami juga diajarkan bagaimana cara menyanyikan mars kebanggan HME ITB.

Mars HME
Elektro ITB, derap langkahmu menggema
Elektro ITB, desah nafasmu menggetarkan udara
Elektro ITB, bakti karyamu jadi dambaan bangsa
Berjayalah selalu di mata dunia, Elektro ITB
Ok Champ? Elektro, Elektro, Elektro (3x)
Elektro? We can fight (3x)

Mars ini dibawakan dengan cara mengepalkan tangan kanan di udara sambil menghentakkan kaki. Setelah apel pagi kami dibubarkan secara sporadis menuju basement labtek VII untuk melanjutkan pengerjaan dekorasi kami yang belum selesai serta mendandani para performer yang akan tampil nanti.

Kemudian, pada pukul 12.15 kami bersiap-siap untuk menuju ke saraga. Kami telah mengenakan properti seperti kalung dan bando dengan LED berkedip serta sorban. Mobilisasi kami sempat terganggu di tengah jalan karena hujan mulai turun sehingga kami harus mengamankan properti kami yang besar seperti lampu jin dan miniatur istana. Sesampainya di tangga tunnel, beberapa teman kami tinggal di dekat gerbang belakang untuk menjaga properti kami agar tidak dirusak sementara yang lainnya melanjutkan mobilisasi ke saraga.

Sesampainya di saraga, kami sempat menunggu sekitar satu jam dan akhirnya kami merapat ke bagian saraga yang berhubungan dengan sabuga untuk menjemput para gundala-gundili. Setelah menyanyikan Mars HME, kami mulai mengarak para gundala-gundili ke tunnel. Di tunnel kami juga menyerukan “E-L Elektro” dengan lantang, hingga menggema ke seluruh dinding tunnel. Di pintu tunnel kami bersama para gundala-gundili kembali menyanyikan Mars HME. Kemudian perjalanan arak-arakan kami dilanjutkan ke arah gedung SBM dan gedung Mesin, melewati jalur barat ITB. Di sekitar gedung mesin, hujan mulai turun deras dan properti yang kami bawa seperti onta mulai rusak parah. Beberapa teman kami ada juga yang melewati jalur teduh barat agar properti miniatur istana kami tidak ikut rusak. Kami melanjutkan perjalanan hingga gerbang depan ITB, dengan seluruh tubuh basah kuyup karena hujan yang sangat deras. Walaupun begitu, semangat kami tetap tidak luntur walaupun diguyur hujan deras.

Sesampainya di gerbang depan, kami mulai melakukan perform. Perform tersebut berjalan dengan mulus meskipun agak terganggu dengan adanya hujan, namun para gundala-gundili terhibur dengan perform yang kami lakukan. Setelah itu, kami langsung secara sporadis menuju labtek VIII. Tetapi di lapangan cinta kami dipergoki oleh para gundala yang sudah siap dengan “senjata nakal” nya  dan menyiram kami-kami yang lewat. Setelah sampai di Labtek VIII kami di briefing oleh seniro dan para gundala-gundili juga menyampaikan kesan dan pesannya ke kami tentang arak-arakan, serta menyanyikan mars Eltoro.

Thursday, July 11, 2013

Resume Day #6 MBC

Pada MBC day 6 ini, total yang hadir pada apel pagi kali ini berjumlah 206 orang, dengan 199 kuorum fisik, 6 orang sedang mengikuti SP, dan satu orang terlambat. Meski masih jauh dari jumlah kuorum kami, 228 orang, tetapi sudah ada kemajuan dari kehadiran sebelumnya yaitu 177 orang.

Hari ini kami diajarkan lagu-lagu suporteran yaitu,

Disini EL
Disini EL, Disana....
HME dan ... Bersaudara
(Ulang 2 kali)
Lalalalala...

HME Himpunanku
HME, HME Himpunanku
Majulah HME Pantang Mundur
Tunjukkan kilatmu tunjukkanlah tawamu
Hami satu HME selalu

Percayalah
Percayalah HME
Meski dihadang lawan
Kamu ga sendirian
Yo rame-rame
Yo sama-sama
Kita nyanyi bersama

Percayalah HME
Mski penuh ancaman
Kamu ga sendirian
Syalalala...

Setelah itu kami juga diminta untuk menyanyikan lagu-lagu yang pernah diajarkan sebelumnya. Beberapa orang masih belum hafal lirik dan nadanya sehingga ditunjuk seorang PJ, Alvin, yang diminta untnuk mengajarkan lagu-lagu ke orang-orang yang belum hafal tersebut. Kami diminta agar sungguh-sungguh mempersiapkan hafalan lagu ini untuk dinyanyikan saat arak-arakan.

Kemudian, kami memasuki saraga untuk latihan membentuk formasi, formasi U untuk menyambut wisudawan, dan formasi arak-arakan, yaitu membentuk barikade pelindung wisudawan). Formasi U terdiri dari 3 bagian dengan shaf terdepan 35 banjar, di depannya adalah 4 maskot performance wisuda (Aladin, Jasmine, Raja Minyak, dan Jin lampu). Selama wisudawan memasuki bagian tengah dari formasi U, kami menyanyikan "E-L Elektro" dengan tabuhan gendang hingga steady state dan ada aba-aba dari komandan barisan. Untuk formasi arak-arakan, di bagian depan ada 4 orang maskot (seperti pada formasi U), di kiri dan kanannya ada pemegang bendera, barisan performance 6 banjar, 4 banjar wisudawan sepanjang 31 shaf yang di sisi kanan dan kirinya dilapisi barikade dari angkatan kami. Di belakang wisudawan ada pengarak yang tetap 6 banjar. Bagian luar barisan dikelilingi oleh massa HME lainnya. Untuk semua pengarak yang tidak melakukan performance diminta untuk menggunakan seragam yang sama dan ditentukan oleh angkatan kami. Setelah kami berlatih membentuk formasi, kami melakukan simulasi arak-arakan. Kami menyanyikan lagu yang diberikan oleh komandan barisan. Untu kformasi barikade ketika memasuki pintu tunnel harus disesuaikan secara sporadis namun secepat mungkin dapat kembali ke formasi untuk melindungi para wisudawan. Kami harus memberikan performa yang terbaik bagi gundala dan gundili karena bagi mereka wisuda itu hanya terjadi satu kali semur hidupnya.

Setelah istirahat dua jam dilanjutkan dengan forum. Forum kali ini membahas tentang persiapan arak-arakan. Dari masalah properti, pengerjaan karpet sejauh 90%, lampu aladin 50%, dan backdrop 70%. Untuk properti massal, lambang angkatan baru jadi 20 buah, kostum perform dan individu sebagian besar telah rampung kecual seragam angkatan untuk arak-arakan. Kendala dari pengerjaan kami ini dikarenakan waktu efektif pengerjaan hanya bisa sampai maghrib karena bulan puasa. Kami juga kekurangan SDM karena banyak diklat divisi dan performer juga harus latihan sehingga kami tidak bisa melakukan pengerjaan secara full-team. Ditambah lagi perkakas yang hilang karena tidak disimpan dengan baik. Solusi yang terpikirkan adalah oper pekerja jika pekerjaan mereka telah selesai ke pekerjaan lain yang masih dikerjakan. Target hari ini yang selesai adalah teko dan perangkat besar lainnya telah dilapisi dengan aci agar besok telah kering dan dapat dicat. Untuk backdrop ditambahkan tulisan Arabian Night dengan kain hitam dan cat emas mengkilat. Untuk karpet tinggal finishing, dan istana akan diberikan pasir agar terlihat lebih bagus. Dari properti massal, kalung hampir jadi dan PCB sudah dicetak, tinggal pemasangan komponen dan penyolderan.

Untuk performance, semua gerakan telah jadi. Ada 7 scene, yaitu tari 1000 tangan (6 penari), Tari Perut (1 penari utama wanita dan 6 penari tambahan pria), Rakyat sipil (10 pasang penari dan 1 orang raja minyak), Jin (1 penari utama yang keluar dari lampu jin dan 14 penari lain), prajurit (12 penari), dan flashmob dari semua penari tersebut. Kendala dari perform ini adalah kurangnya kekompakan dan belum adanya penghayatan yang dalam. Beberapa kostum ada yang disewa dan ada yang dijahit sendiri. Total biaya yang dikeluarkan sebesar 1,1 juta rupiah dan diperkirakan masih dibutuhkan 375 ribu rupiah lagi. Untuk kostum tari perut diharapkan agar kostum yang menarik tetap memperhatikan unsur-unsur kesopanan, apalagi ini di bulan suci Ramadhan. Untuk urutan perform, STEI dipindah menjadi urutan pertama karena bapak kaprodi, Pak Warno, mempunyai urgensi untuk menghadiri acara di tempat lain. Durasi maksimal perform adalah 10 menit. Dari latihan perform dan pembuatan dekor ini diharapkan kami dapat membangun kerjasama antaranggota ELTORO 2012, juga untuk membangun interaksi dengan angkatan 2011. Kami juga diharapkan untuk tidak ragu bertanya kepada seniro-senorita apabila ada hal yang diragukan, juga jika butuh bantuan.

Kami juga diberi pesan oleh seniro-senorita untuk menghafalkan seluruh lagu agar kami tidak diisengin oleh para wisudawan. Disamping itu, lagu-lagu ini tidak hanya sampai arak-arakan wisuda saja, tetapi juga untuk suporteran nanti ketika kami sudah aktif di dalam himpunan. Kemudian seniro Adiwena juga memberikan pesan khusus yaitu agar lagu EL-Elektro yng kami nyanyikan harus terdengar hignga gerbang depan. Kami pun menyanggupi tantangan tersebut. Diharapkan saat arak-arakan nanti kami semua, massa elektroteknik 2012 yang hadir sebanyak mungkin, jangan sampai hanya sejumlah wisudawannya saja. Dari kami akan mengusahakan dengan konfirmasi di google docs, konfirmasi jarkom setiap harinya, bahkan jemput bola jika kondisinya memungkinkan. Untuk juniro-bonita yang masih enggan mengikuti MBC juga akan diberikan peran yaitu membawa sebagian properti yang diperlukan nantinya agar mereka datang. Di akhir forum, ketua angkatan kami mendapat teguran dari Seniro Hasnan karena lalai mengirim jarkom untuk membawa topi agar kami tidak kepanasan. Kemudian ketua angkatan kami meminta maaf kepada seluruh angkatan. Untuk arak-arakan nanti kami diharapkan membawa topi agar tidak kepanasan.

Monday, July 8, 2013

Resume Day #5 MBC

Pada day ke-5 ini, kami mulai melakukan apel pagi pada jam 7.15. Namun, dikarenakan jumlah peserta yang hadir saat itu sangat sedikit, yaitu 166 orang dan target kuorum yang dijanjikan dari pertemuan sebelumnya adalah 235 orang, yang tentu saja masih jauh sekali dari target, kami pun diberi kesempatan 45 menit untuk mendatangkan lebih banyak teman-teman kami. Setelah dilakukan sejumlah usaha seperti menghubungi hingga penjemputan, kami dapat mendatangkan 11 orang lagi, sehingga total kehadiran pada apel pagi kedua berjumlah 177 orang.

Setelah apel pagi, kami dimobilisasi ke poolbus. Di sana kami dikondisikan untuk berbaris dengan rapi, kemudian kami diuji satu per satu tentang hafalan terhadap lagu-lagu suporteran HME, serta diminta untuk menyanyikan lagu-lagu tersebut. Tetapi, masih banyak diantara kami yang belum hafal lagu-lagu tersebut secara utuh sehingga para seniro dan senorita kecewa dengan kami. Setelah itu, kami juga diuji tentang tingkat pengenalan kami terhadap satu angkatan yang ada di buku angkatan. Kekecewaan seniro dan senorita pun bertambah ketika kami masih banyak diantara dari kami yang belum hafal satu dengan lainnya.

Kemudian, setelah ishoma diadakan forum yang akan membahas tentang evaluasi kinerja kami terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh seniro dan senorita. Forum ini dipimpin oleh seniro Gabriel Frans. Yang dibahas pertama kali pada forum ini adalah tugas baliho dan bendera. Kami menjelaskan teknis dari pengerjaan tugas ini, yaitu berupa shift atau mengerjakan secara bergantian, dan satu shift berjumlah sekitar 30 orang. Kami diapresiasi oleh para seniro dan senorita karena kami mampu mengerjakan tugas ini dengan baik. Tugas berikutnya yang dibahas dalam forum ialah tentang blog pribadi dan angkatan yang berisi resume tentang day MBC yang telah diikuti. Kami diminta untuk mengupdate blog angkatan dengan resume day MBC juga sehingga teman-teman yang tidak dapat menghadiri MBC juga dapat membaca resumenya.

Setelah itu, tugas yang dibahas berikutnya adalah NIM Tag. Seniro dan senorita meminta kami untuk menjelaskan teknis pembuatan NIM Tag yang kemudian kami jawab dengan sistem mentoring. Jadi, teman-teman kami yang bisa dan mengerti tentang pembuatan NIM Tag ini akan mengajarkan kepada teman-teman lain yang masih baru mulai mengoprek. Kami juga mengadakan workshop kecil untuk memberikan "tutorial" pengerjaan NIM Tag ini dari siang hingga malam, untuk mengakomodir teman-teman kami juga yang tidak dapat datang workshop pada siang hari karena harus mengikuti diklat divisi OSKM. Namun, meskipun begitu masih banyak NIM Tag yang belum berfungsi dengan baik seperti masih ada yang belum berkedip atau bahkan belum dapat dinyalakan sama sekali. Casingnya pun dinilai masih jelek oleh para seniro dan senorita karena tidak seragam seangkatan. Sehingga, pada day selanjutnya kami diminta untuk memperbaiki NIM Tag yang masih rusak dan menyeragamkan casingnya. Tugas laporan NIM Tag dengan format IEEE yang ditulis tangan juga harus dikumpulkan pada day MBC selanjutnya.

Tugas berikutnya yaitu panji HME. Teknis pengerjaan oleh kami yaitu dengan pengerjaan sekelompok dari angkatan kami saja. Hal ini kami maksudkan karena panji HME yang tidak terlalu sulit untuk dibuat, dan hanya memerlukan sekelompok orang saja sehingga yang lainnya dapat fokus dengan tugas-tugas lainnya seperti wisuda. Panji ini berjumlah 2 buah dengan 2 ukuran yang berbeda-beda, serta terdapat LED yang dapat berkedip-kedip secara otomatis. Para seniro dan senorita juga memberitahu kami bahwa panji ini merupakan identitas kami sebagai mahasiswa elektroteknik dan menjadi pembeda dengan himpunan-himpunan lainnya.

Pembahasan tugas selanjutnya yaitu tentang buku angkatan kami. Masih terdapat kekurangan pada buku kami seperti biodata kenalan yang belum lengkap hingga buku yang belum seragam. Kami juga mengutarakan kesulitan yang dihadapi saat mengerjakan buku angkatan ini adalah ketika kumpul angkatan, yang berkumpul orangnya hanya yang itu itu saja sehingga untuk mendapatkan biodata teman-teman yang lainnya kami masih kesulitan.

Pada akhir forum, kami diminta untuk kuorum MBC day selanjutnya. Setelah proses penghitungan yang panjang, akhirnya kami menyepakati kuorum selanjutnya yaitu 228 orang.