Tuesday, July 16, 2013

Resume Day #8 MBC

Pada MBC day 8 ini dimulai dengan apel pagi. Pada penghitungan awal kami berjumlah 190 orang, dan bertambah 2 orang teman kami yang baru saja datang sehingga total kehadiran fisik pada apel pagi hari ini berjumlah 192 orang. Seperti biasa kami juga melakukan cek spek dan pengabsenan oleh tim pengabsen.

Kemudian, setelah apel pagi diadakan forum. Pada forum kali ini akan dibahas mengenai evaluasi keberjalanan wisuda, tugas, dan kinerja kami selama mengikuti day-day MBC sebelumnya. Pembahasan di forum yang pertama adalah wisuda. Seniro menanyakan apa yang kami dapatkan dari persiapan hingga eksekusi wisuda kemaren. Lalu kami menjawab angkatan lebih kompak, kerja sama dan kebersamaan, keterampilan, profesionalitas, menjalankan salah satu budaya HME yaitu apresiasi, bangga dan percaya kepada angkatan, juara 3, saling menghargai, pembagian waktu dan sumber daya. Seniro kemudian mengatakan bahwa kami harus terus berjuang dan semangat, seperti saat wisudaan kemarin.  Kemudian seniro juga meminta evaluasi terhadap keberjalanan wisuda kemarin, dan kami mengutarakan beberapa hal antara lain suara danlap yang kurang terdengar, barikade bingung saat gundala-gundili keluar barikade saat hujan, kerja serabutan saat persiapan wisuda, dan kurang ada persiapan saat kondisi hujan.

Setelah itu, dilanjutkan dengan evaluasi tugas pribadi kami. Dari data,  yang sudah mengumpulkan tugas isu elektroteknik adalah 80%, laporan IEEE 90%, review ada yang mengumpulkan terlambat, tidak mengumpulkan, ada pula yang belum membuat blog sama sekali. Seniro-senorita menilai bahwa kami masih belum maksimal dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Kemudian kami juga ditanyakan soal keberjalanan pengerjaan tugas buku angkatan. Masih ada diantara dari kami yang kurang dari 100 orang. Alasannya adalah karena fokus pada pengerjaan wisuda, pada kumpul angkatan hanya sedikit yang datang, ada pula yang belum dijarkom. Seniro juga mempertanyakan kenapa ada yang sudah mencapai 200 orang tetapi masih ada yang kurang dari 100 orang juga. Alasan dari teman kami yang mencapai 200 orang mengatakan bahwa mereka sering datang, kondisinya berbeda-beda pula, ada yang sudah mencapai 200 tetapi belum menempel foto. Alasan dari yang mencapai 150 hingga 200 orang adalah karena awal-awal rajin, tetapi lama kelamaan tertunda dengan adanya persiapan wisuda dan diklat. Ada pula teman kami yang mengatakan bahwa mengurangi kuantitas kenal setiap harinya agar waktu berkenalannya lebih lama sehingga lebih mengenal orangnya. Kemudian alasan dari teman kami yang mengerjakan 100 sampai 150 mengatakan bahwa sudah ada jadwal kumpul angkatan, tetapi ada yang tidak hadir karena adanya urgensi lainnya. Dan alasan dari teman kami yang baru mengerjakan sampai 100 mengatakan bahwa lagi fokus wisuda, fokus terbagi,dan beberapa kali tidak ikut kumpul angkatan. Ada pula yang mengatakan bawha kumpul angkatan sebelumnya beberapa kali sakit dan izin, mulai datang pas wisuda. Kemudian ada yang mengatakan bahwa menggampangkan yang sudah kenal, jadi malah justru yang sudah kenal belum ada di buku angkatannya.

Dilanjutkan dengan evaluasi tugas resume, seniro menekankan kepada teman-teman kami yang belum mengerjakan resume hingga ada teman kami pula yang belum membuat blog. Seniro meminta penjelasan dari 2 teman kami yang belum membuat blog, dan mereka menjawab karena masalah dengan internet di kostan. Kemudian seniro mengatakan bahwa kami ini satu keluarga, kalau ada yang tidak bisa atau mempunyai masalah harus tahu diri dan meminta bantuan temannya, yang tahu juga harus membantu. Kami harus meningkatkan kesadaran pribadi dan kepedulian terhadap angkatan kami sendiri. Seniro juga membahas tentang keterlambatan pengumpulan resume. Alasan keterlambatan yang diutarakan teman kami adalah karena terlambat konfirmasi, menganggap remeh tugas resume, teledor, malas, dan mempunyai urgensi lain. Kemudian seniro meminta kami untuk berhenti menyebutkan atau menyalahkan masalah-masalah teknis. Seniro juga mengingatkan agar kebiasaan terlambat dan malas ini dibawa sampai kuliah, karena terlambat mengumpulkan laporan praktikum langsung diberi nilai 0. Seniro juga menambahkan jika kami meremehkan tugas berarti kami juga menganggap remeh MBC. Oleh karena itu kami diminta solusi dari pertanggungjawaban dari malas mengerjakan tugas ini. Kemudian teman kami memberikan solusi agar sebelum kumpul angkatan akan ada teman kami yang meminjamkan laptop dan akun AI3 untuk mengerjakan tugas resume kepada teman kami yang tidak memiliki komputer ataupun koneksi internet di kostannya. Kemudian seniro juga memberikan kelonggaran terakhir untuk mengumpulkan tugas-tugas kami yang belum terkumpul yaitu laporan IEEE dan isu elektroteknik yang dikumpulkan pada hari kamis, review di blog untuk day 3 sampai day 7 paling lambat hari sabtu, dan buku angkatan dikumpulkan pada hari senin. Seniro Aufar mengatakan bahwa kelalaian untuk mengumpulkan tugas setelah diberikan kelonggaran ini akan berakibat pada pencoretan nama dari peserta MBC. Untuk teman kami yang tidak hadir pada hari ini dan berada di sekitar Bandung juga diminta untuk datang di hari berikutnya jam 10 pagi agar mereka juga mengetahui hal ini dan tidak terjadi kesalahan koordinasi dan komunikasi lagi.

Kemudian forum dilanjutkan dengan penyapaan seniro dan senorita ketika berpapasan. Seniro-senorita masih melihat banyak diantara dari kami saat berpapasan malah membuang muka dan tidak maumenyapa. Teman kami mengatakan saat kami terburu-buru dan tidak sadar bahwa yang dilihat merupakan seniro atau senorita, ada yang sungkan saat seniro-senorita sedang mengobrol dengan temannya, kurang tahu bahwa yang berjahim itu merupakan seniro-senorita atau bandito-maharani. Untuk para bonita mengatakan kadang malu sehingga lebih memilih untuk kabur. Kemudian seniro-senorita mengatakan bahwa kalau sedang berpapasan dengan mereka, jangan sungkan untuk menyapa. Menyapa itu adalah kewajiban kami. Apabila kami tidak mengetahui bahwa yang berjahim itu seniro-senorita atau bandito-maharani, maka sebutlah salah satunya saja. Karena dangan menyapa kami bisa mengenal calon keluarga kami nantinya di HME dan agar tidak canggung saat masuk HME. Kami juga diminta untuk mengenal massa HME. Kami diminta kapan akan memulai dan seperti apa teknisnya. Setelah berbagai usul yang diberikan oleh teman-teman kami, teknis yang digunakan adalah metode wawancara. Parameternya adalah 20 orang seniro, 10 orang senorita, 7 orang bandito, dan 7 orang maharani. Bukti kenalnya berupa buku yang berisi nama, NIM, serta catatan singkat hasil wawancara, serta tanda tangannya. Deadline dari pengerjaan tugas ini adalah hari sabtu, dengan catatan karena mengingat bandito-maharani banyak yang sedang KP, maka pada pengumpulan hari sabtu cukup 5 orang bandito plus maharani saja.


Pada pembahasan forum yang terakhir, kami diminta untuk merefleksikan kesalahan terbesar kami saat persiapan wisuda dan kami menjawab yaitu merusak sarana dan prasarana saat persiapan wisuda. Kami juga diminta untuk menjelaskan kerugian yang ditimbulkan dari perusakan ini dan kami menjawab kami merusak nama HME, serta mencoreng muka angkatan, membahayakan diri siendiri dan tidak ada yang mengingatkan, dan angkatan kami belum dewasa. Seniro berkata bahwa satu-satunya keuntungan yang bisa menutupi kerugian-kerugian tersebut adalah pembelajaran bagi kami. Belajarlah sebanyak mungkin, dan jagan ulangi kesalahan yang sama. Seniro juga menanyakan siapa yang memulai kegiatan ini, dan diminta alasannya. Teman kami menjawab bahwa karena boring mengerjakan properti wisuda. Kemudian seniro mengatakan bahwa tidak ada alasan yang benar untuk melakukan hal yang salah. Jangan menjadikan boring sebagai alasan, karena bisa dialihkan ke kegiatan lain yang lebih bermanfaat dari merusak sarpras. Seniro juga tidak memberikan konsekuensi dari kejadian ini, tetapi seniro menyatakan bahwa konsekuensi itu sudah ada pada kami yaitu kejadian kemarin sudah tercatat di sejarah Eltoro, dan itu akan kami bawa selama-lamanya. Kami butuh kedewasaan dan jika hal ini terulang lagi akan ada pencoretan. Salah satu pembelajaran dari kejadian ini adalah pengendalian diri, kami harus memikirkan apa yang akan terjadi sebelum bertindak.

No comments:

Post a Comment