Pada MBC day 8 ini dimulai dengan apel pagi. Pada
penghitungan awal kami berjumlah 190 orang, dan bertambah 2 orang teman kami
yang baru saja datang sehingga total kehadiran fisik pada apel pagi hari ini
berjumlah 192 orang. Seperti biasa kami juga melakukan cek spek dan pengabsenan
oleh tim pengabsen.
Kemudian, setelah apel pagi diadakan forum. Pada forum kali ini akan dibahas mengenai evaluasi
keberjalanan wisuda, tugas, dan kinerja kami selama mengikuti day-day MBC
sebelumnya. Pembahasan di forum yang pertama adalah wisuda. Seniro menanyakan
apa yang kami dapatkan dari persiapan hingga eksekusi wisuda kemaren. Lalu kami
menjawab angkatan lebih kompak, kerja sama dan kebersamaan, keterampilan, profesionalitas,
menjalankan salah satu budaya HME yaitu apresiasi, bangga dan percaya kepada
angkatan, juara 3, saling menghargai, pembagian waktu dan sumber daya. Seniro
kemudian mengatakan bahwa kami harus terus berjuang dan semangat, seperti saat
wisudaan kemarin. Kemudian seniro juga
meminta evaluasi terhadap keberjalanan wisuda kemarin, dan kami mengutarakan
beberapa hal antara lain suara danlap yang kurang terdengar, barikade bingung
saat gundala-gundili keluar barikade saat hujan, kerja serabutan saat persiapan
wisuda, dan kurang ada persiapan saat kondisi hujan.
Setelah itu, dilanjutkan dengan evaluasi tugas pribadi kami.
Dari data, yang sudah mengumpulkan tugas
isu elektroteknik adalah 80%, laporan IEEE 90%, review ada yang mengumpulkan
terlambat, tidak mengumpulkan, ada pula yang belum membuat blog sama sekali.
Seniro-senorita menilai bahwa kami masih belum maksimal dalam mengerjakan
tugas-tugas yang diberikan. Kemudian kami juga ditanyakan soal keberjalanan
pengerjaan tugas buku angkatan. Masih ada diantara dari kami yang kurang dari
100 orang. Alasannya adalah karena fokus pada pengerjaan wisuda, pada kumpul
angkatan hanya sedikit yang datang, ada pula yang belum dijarkom. Seniro juga
mempertanyakan kenapa ada yang sudah mencapai 200 orang tetapi masih ada yang
kurang dari 100 orang juga. Alasan dari teman kami yang mencapai 200 orang
mengatakan bahwa mereka sering datang, kondisinya berbeda-beda pula, ada yang
sudah mencapai 200 tetapi belum menempel foto. Alasan dari yang mencapai 150
hingga 200 orang adalah karena awal-awal rajin, tetapi lama kelamaan tertunda
dengan adanya persiapan wisuda dan diklat. Ada pula teman kami yang mengatakan
bahwa mengurangi kuantitas kenal setiap harinya agar waktu berkenalannya lebih
lama sehingga lebih mengenal orangnya. Kemudian alasan dari teman kami yang
mengerjakan 100 sampai 150 mengatakan bahwa sudah ada jadwal kumpul angkatan,
tetapi ada yang tidak hadir karena adanya urgensi lainnya. Dan alasan dari
teman kami yang baru mengerjakan sampai 100 mengatakan bahwa lagi fokus wisuda,
fokus terbagi,dan beberapa kali tidak ikut kumpul angkatan. Ada pula yang
mengatakan bawha kumpul angkatan sebelumnya beberapa kali sakit dan izin, mulai
datang pas wisuda. Kemudian ada yang mengatakan bahwa menggampangkan yang sudah
kenal, jadi malah justru yang sudah kenal belum ada di buku angkatannya.
Dilanjutkan dengan evaluasi tugas resume, seniro menekankan
kepada teman-teman kami yang belum mengerjakan resume hingga ada teman kami
pula yang belum membuat blog. Seniro meminta penjelasan dari 2 teman kami yang
belum membuat blog, dan mereka menjawab karena masalah dengan internet di
kostan. Kemudian seniro mengatakan bahwa kami ini satu keluarga, kalau ada yang
tidak bisa atau mempunyai masalah harus tahu diri dan meminta bantuan temannya,
yang tahu juga harus membantu. Kami harus meningkatkan kesadaran pribadi dan
kepedulian terhadap angkatan kami sendiri. Seniro juga membahas tentang
keterlambatan pengumpulan resume. Alasan keterlambatan yang diutarakan teman
kami adalah karena terlambat konfirmasi, menganggap remeh tugas resume,
teledor, malas, dan mempunyai urgensi lain. Kemudian seniro meminta kami untuk
berhenti menyebutkan atau menyalahkan masalah-masalah teknis. Seniro juga
mengingatkan agar kebiasaan terlambat dan malas ini dibawa sampai kuliah,
karena terlambat mengumpulkan laporan praktikum langsung diberi nilai 0. Seniro
juga menambahkan jika kami meremehkan tugas berarti kami juga menganggap remeh
MBC. Oleh karena itu kami diminta solusi dari pertanggungjawaban dari malas
mengerjakan tugas ini. Kemudian teman kami memberikan solusi agar sebelum
kumpul angkatan akan ada teman kami yang meminjamkan laptop dan akun AI3 untuk
mengerjakan tugas resume kepada teman kami yang tidak memiliki komputer ataupun
koneksi internet di kostannya. Kemudian seniro juga memberikan kelonggaran
terakhir untuk mengumpulkan tugas-tugas kami yang belum terkumpul yaitu laporan
IEEE dan isu elektroteknik yang dikumpulkan pada hari kamis, review di blog
untuk day 3 sampai day 7 paling lambat hari sabtu, dan buku angkatan
dikumpulkan pada hari senin. Seniro Aufar mengatakan bahwa kelalaian untuk
mengumpulkan tugas setelah diberikan kelonggaran ini akan berakibat pada
pencoretan nama dari peserta MBC. Untuk teman kami yang tidak hadir pada hari
ini dan berada di sekitar Bandung juga diminta untuk datang di hari berikutnya
jam 10 pagi agar mereka juga mengetahui hal ini dan tidak terjadi kesalahan
koordinasi dan komunikasi lagi.
Kemudian forum dilanjutkan dengan penyapaan seniro dan
senorita ketika berpapasan. Seniro-senorita masih melihat banyak diantara dari
kami saat berpapasan malah membuang muka dan tidak maumenyapa. Teman kami
mengatakan saat kami terburu-buru dan tidak sadar bahwa yang dilihat merupakan
seniro atau senorita, ada yang sungkan saat seniro-senorita sedang mengobrol
dengan temannya, kurang tahu bahwa yang berjahim itu merupakan seniro-senorita
atau bandito-maharani. Untuk para bonita mengatakan kadang malu sehingga lebih
memilih untuk kabur. Kemudian seniro-senorita mengatakan bahwa kalau sedang
berpapasan dengan mereka, jangan sungkan untuk menyapa. Menyapa itu adalah
kewajiban kami. Apabila kami tidak mengetahui bahwa yang berjahim itu
seniro-senorita atau bandito-maharani, maka sebutlah salah satunya saja. Karena
dangan menyapa kami bisa mengenal calon keluarga kami nantinya di HME dan agar
tidak canggung saat masuk HME. Kami juga diminta untuk mengenal massa HME. Kami
diminta kapan akan memulai dan seperti apa teknisnya. Setelah berbagai usul
yang diberikan oleh teman-teman kami, teknis yang digunakan adalah metode
wawancara. Parameternya adalah 20 orang seniro, 10 orang senorita, 7 orang
bandito, dan 7 orang maharani. Bukti kenalnya berupa buku yang berisi nama,
NIM, serta catatan singkat hasil wawancara, serta tanda tangannya. Deadline
dari pengerjaan tugas ini adalah hari sabtu, dengan catatan karena mengingat
bandito-maharani banyak yang sedang KP, maka pada pengumpulan hari sabtu cukup
5 orang bandito plus maharani saja.
Pada pembahasan forum yang terakhir, kami diminta untuk
merefleksikan kesalahan terbesar kami saat persiapan wisuda dan kami menjawab yaitu
merusak sarana dan prasarana saat persiapan wisuda. Kami juga diminta untuk
menjelaskan kerugian yang ditimbulkan dari perusakan ini dan kami menjawab kami
merusak nama HME, serta mencoreng muka angkatan, membahayakan diri siendiri dan
tidak ada yang mengingatkan, dan angkatan kami belum dewasa. Seniro berkata
bahwa satu-satunya keuntungan yang bisa menutupi kerugian-kerugian tersebut
adalah pembelajaran bagi kami. Belajarlah sebanyak mungkin, dan jagan ulangi
kesalahan yang sama. Seniro juga menanyakan siapa yang memulai kegiatan ini,
dan diminta alasannya. Teman kami menjawab bahwa karena boring mengerjakan
properti wisuda. Kemudian seniro mengatakan bahwa tidak ada alasan yang benar
untuk melakukan hal yang salah. Jangan menjadikan boring sebagai alasan, karena
bisa dialihkan ke kegiatan lain yang lebih bermanfaat dari merusak sarpras.
Seniro juga tidak memberikan konsekuensi dari kejadian ini, tetapi seniro
menyatakan bahwa konsekuensi itu sudah ada pada kami yaitu kejadian kemarin
sudah tercatat di sejarah Eltoro, dan itu akan kami bawa selama-lamanya. Kami
butuh kedewasaan dan jika hal ini terulang lagi akan ada pencoretan. Salah satu
pembelajaran dari kejadian ini adalah pengendalian diri, kami harus memikirkan
apa yang akan terjadi sebelum bertindak.
No comments:
Post a Comment