Wednesday, July 24, 2013

Resume Day #10 MBC

Pada apel pagi di MBC day 10 ini, jumlah kami yang hadir fisik sebanyak 169 orang. Padahal nilai ini masih jauh dari kuorum yang dijanjikan sebelumnya yaitu 210 orang. Kami mendapatkan tugas konsekuensi karena kegagalan kami dalam memenuhi kuorum yang sudah terlalu banyak. Tugas tersebut adalah dengan menuliskan minimal 80 kata di blog angkatan kami di bagian tentang kami mengenai alasan kami yang tidak dapat memenuhi kuorum, dan dapat dihapuskan kalau pada MBC day selanjutnya kami dapat memenuhi kuorumnya. Disamping itu, kami semua harus menyebarkan link blog angkatan kami ini ke seluruh jejaring sosial yang kami punya. Sebelum mengakhiri apel pagi Seniro Reinhart mengatakan bahwa semua manusia unik dan mempunyai kemampuan yang berbeda-beda itu karena ada alasannya.

Kemudian, kami diberikan materi tentang Palapa. Palapa adalah proyek pengabdian masyarakat yang dimulai oleh mahasiswa Teknik Elektro ITB angkatan 2005, tepatnya saat mereka menjalani Masa Bina Cinta sebagai tugas angkatan mereka. Palapa ini sendiri dinamai dari sumpah palapa yang diucapkan oleh Gajah Mada untuk menyatukan nusantara, yang juga diadopsi sebagai nama satelit pertama yang diluncurkan untuk Indonesia.

Proyek pertama dari Palapa bernama Palapa Jaya. Proyek ini diadakan di Desa Jayamukti, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut. Pada proyek ini akan dibangun sebuah generator listrik bertenaga air yang mampu menghasilkan sekitar 5kW. Kemudian, listrik ini akan didistribusikan ke seluruh rumah-rumah warga dengan kapasitas maksimal 15 watt yang cukup untuk menyalakan 3 lampu berukuran 5 watt. Proyek Palapa Jaya ini juga sempat mengundang perhatian salah satu televisi swasta untuk meliput kegiatan proyek mereka.

Proyek yang kedua dinamakan Palapa II, diadakan di Desa Mekarwangi, Kabupaten Garut. Proyek ini dimulai pada Januari 2010 dan selesai pada April 2010. Di proyek kali ini akan dibangun pembangkit listrik tenaga surya berkekuatan 10x100Wp (Watt peak).

Kemudian, proyek ketiga yang dinamakan Palapa III diadakan di Desa Mekarwangi, Kabupaten Garut. Pada Palapa III ini bukan membangun pembangkit listrik baru lagi, melainkan melakukan maintenance PLTS yang telah dibangun pada Palapa II seperti penggantian batere. Pada Palapa III ini juga tidak hanya sekedar pembangunan pembangkit tenaga listrik saja, tetapi juga ke arah sosial seperti rumah belajar dan peternakan domba dan ikan lele.

HME juga mengikuti program Wae Rebo Power yang dilaksanakan di Wae Rebo, Flores, NTT. Proyek ini bertujuan untuk membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang menggantikan pembangkit listrik generator diesel yang sudah ada di daerah tersebut. Pembangkit listrik ini akan digunakan untuk mengolah komoditas utama mereka yaitu kopi.

Setelah itu kami juga diterangkan tentang Community Development. Community Development (Com-Dev) adalah kegiatan yang ditujukan untuk membangun dan memberdayakan masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup mereka. Perbedaan Com-Dev dengan Community Service adalah Com-Dev bersifat berkelanjutan. Tahapan yang dilakukan dalam Com-Dev meliputi
  • Identifikasi sosial
  • Identifikasi program
  • Penilaian Program
  •  Aplikasi Program
  • Monitoring dan evaluasi (monev)
  •  Audit sosial
  • Masukan bagi komunitas dan program selanjutnya
Selanjutnya, kami mendapatkan materi dari Bandito Alan Yudhautama tentang Problem Solving atau pemecahan masalah. Dalam memecahkan masalah, kami harus melakukannya seperti halnya menyelesaikan puzzle. Dalam menyelesaikan puzzle kami harus melihat gambar jadinya, kemudian mulai memasang puzzle dari sudut-sudutnya, kemudian dirangkai hingga selesai. Begitu pula dengan menyelesaikan masalah. Kita harus melihat gambaran besar hasilnya, kemudian menentukan batas-batasnya, dan mulai menyelesaikan masalahnya. Dalam problem solving kami diajarkan metode DSPA yang artinya Define the Problem, Structure the Problem, Prioritize Issues, dan Action Plan. Saat melakukan pendefisian masalah juga harus didefinisikan dengan metode SMART atau Specific, Measureable, Actionable, Realistic, dan Time-Bound. Untuk penstrukturan masalah dapat dilakukan dengan membuat Issue Tree yang merangkum apa saja yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalahnya. Kemudian di prioritas isu digunakan Impact-Effort Matrix yang mengelompokan solusi dari Issue Tree secara dampak yang dihasilkan dan usaha yang harus dikeluarkan. Dalam plan action, aksi yang harus dilakukan terlebih dahulu dari Impact-Effort Matrix adalah aksi yang mempunyai impact besar dengan effort yang kecil.

Setelah itu, kami mendapatkan tugas angkatan yang berupa proyek pengabdian masyarakat yang bersifat Community Service. Proyek ini harus selesai dalam waktu 2 bulan, terhitung dari day MBC kami saat ini, 24 Juli 2013. Selain itu, kami juga mendapat tugas tambahan dari buku lintas angkatan yaitu 2 bandito atau maharani lagi.

Esensi yang kami dapat dari day MBC hari ini adalah kami mendapat pengetahuan tentang pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh alumni-alumni dan bandito-bandito kami dalam proyek palapa serta menyelesaikan masalah secara terstruktur dan benar.

No comments:

Post a Comment