Pada apel pagi di MBC day 10 ini, jumlah kami yang hadir
fisik sebanyak 169 orang. Padahal nilai ini masih jauh dari kuorum yang
dijanjikan sebelumnya yaitu 210 orang. Kami mendapatkan tugas konsekuensi
karena kegagalan kami dalam memenuhi kuorum yang sudah terlalu banyak. Tugas
tersebut adalah dengan menuliskan minimal 80 kata di blog angkatan kami di
bagian tentang kami mengenai alasan kami yang tidak dapat memenuhi kuorum, dan dapat dihapuskan kalau pada MBC day selanjutnya kami dapat memenuhi kuorumnya. Disamping itu, kami semua harus menyebarkan link blog
angkatan kami ini ke seluruh jejaring sosial yang kami punya. Sebelum
mengakhiri apel pagi Seniro Reinhart mengatakan bahwa semua manusia unik dan
mempunyai kemampuan yang berbeda-beda itu karena ada alasannya.
Kemudian, kami diberikan materi tentang Palapa. Palapa
adalah proyek pengabdian masyarakat yang dimulai oleh mahasiswa Teknik Elektro
ITB angkatan 2005, tepatnya saat mereka menjalani Masa Bina Cinta sebagai tugas
angkatan mereka. Palapa ini sendiri dinamai dari sumpah palapa yang diucapkan
oleh Gajah Mada untuk menyatukan nusantara, yang juga diadopsi sebagai nama
satelit pertama yang diluncurkan untuk Indonesia.
Proyek pertama dari Palapa bernama Palapa Jaya. Proyek ini
diadakan di Desa Jayamukti, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut. Pada proyek ini
akan dibangun sebuah generator listrik bertenaga air yang mampu menghasilkan
sekitar 5kW. Kemudian, listrik ini akan didistribusikan ke seluruh rumah-rumah
warga dengan kapasitas maksimal 15 watt yang cukup untuk menyalakan 3 lampu
berukuran 5 watt. Proyek Palapa Jaya ini juga sempat mengundang perhatian salah
satu televisi swasta untuk meliput kegiatan proyek mereka.
Proyek yang kedua dinamakan Palapa II, diadakan di Desa
Mekarwangi, Kabupaten Garut. Proyek ini dimulai pada Januari 2010 dan selesai
pada April 2010. Di proyek kali ini akan dibangun pembangkit listrik tenaga
surya berkekuatan 10x100Wp (Watt peak).
Kemudian, proyek ketiga yang dinamakan Palapa III diadakan
di Desa Mekarwangi, Kabupaten Garut. Pada Palapa III ini bukan membangun
pembangkit listrik baru lagi, melainkan melakukan maintenance PLTS yang telah
dibangun pada Palapa II seperti penggantian batere. Pada Palapa III ini juga
tidak hanya sekedar pembangunan pembangkit tenaga listrik saja, tetapi juga ke
arah sosial seperti rumah belajar dan peternakan domba dan ikan lele.
HME juga mengikuti program Wae Rebo Power yang dilaksanakan
di Wae Rebo, Flores, NTT. Proyek ini bertujuan untuk membangun pembangkit
listrik tenaga mikrohidro yang menggantikan pembangkit listrik generator diesel
yang sudah ada di daerah tersebut. Pembangkit listrik ini akan digunakan untuk
mengolah komoditas utama mereka yaitu kopi.
Setelah itu kami juga diterangkan tentang Community
Development. Community Development (Com-Dev) adalah kegiatan yang ditujukan
untuk membangun dan memberdayakan masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup
mereka. Perbedaan Com-Dev dengan Community Service adalah Com-Dev bersifat
berkelanjutan. Tahapan yang dilakukan dalam Com-Dev meliputi
- Identifikasi sosial
- Identifikasi program
- Penilaian Program
- Aplikasi Program
- Monitoring dan evaluasi (monev)
- Audit sosial
- Masukan bagi komunitas dan program selanjutnya
Selanjutnya, kami mendapatkan materi dari Bandito Alan Yudhautama
tentang Problem Solving atau pemecahan masalah. Dalam memecahkan masalah, kami
harus melakukannya seperti halnya menyelesaikan puzzle. Dalam menyelesaikan
puzzle kami harus melihat gambar jadinya, kemudian mulai memasang puzzle dari
sudut-sudutnya, kemudian dirangkai hingga selesai. Begitu pula dengan
menyelesaikan masalah. Kita harus melihat gambaran besar hasilnya, kemudian
menentukan batas-batasnya, dan mulai menyelesaikan masalahnya. Dalam problem
solving kami diajarkan metode DSPA yang artinya Define the Problem, Structure
the Problem, Prioritize Issues, dan Action Plan. Saat melakukan pendefisian
masalah juga harus didefinisikan dengan metode SMART atau Specific,
Measureable, Actionable, Realistic, dan Time-Bound. Untuk penstrukturan masalah
dapat dilakukan dengan membuat Issue Tree yang merangkum apa saja yang bisa
dilakukan untuk menyelesaikan masalahnya. Kemudian di prioritas isu digunakan
Impact-Effort Matrix yang mengelompokan solusi dari Issue Tree secara dampak
yang dihasilkan dan usaha yang harus dikeluarkan. Dalam plan action, aksi yang
harus dilakukan terlebih dahulu dari Impact-Effort Matrix adalah aksi yang
mempunyai impact besar dengan effort yang kecil.
Setelah itu, kami mendapatkan tugas angkatan yang berupa
proyek pengabdian masyarakat yang bersifat Community Service. Proyek ini harus
selesai dalam waktu 2 bulan, terhitung dari day MBC kami saat ini, 24 Juli
2013. Selain itu, kami juga mendapat tugas tambahan dari buku lintas angkatan
yaitu 2 bandito atau maharani lagi.
Esensi yang kami dapat dari day MBC hari ini adalah kami
mendapat pengetahuan tentang pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh
alumni-alumni dan bandito-bandito kami dalam proyek palapa serta menyelesaikan
masalah secara terstruktur dan benar.
No comments:
Post a Comment