Pada MBC day 6 ini, total yang hadir pada apel pagi kali ini berjumlah 206 orang, dengan 199 kuorum fisik, 6 orang sedang mengikuti SP, dan satu orang terlambat. Meski masih jauh dari jumlah kuorum kami, 228 orang, tetapi sudah ada kemajuan dari kehadiran sebelumnya yaitu 177 orang.
Hari ini kami diajarkan lagu-lagu suporteran yaitu,
Disini EL
Disini EL, Disana....
HME dan ... Bersaudara
(Ulang 2 kali)
Lalalalala...
HME Himpunanku
HME, HME Himpunanku
Majulah HME Pantang Mundur
Tunjukkan kilatmu tunjukkanlah tawamu
Hami satu HME selalu
Percayalah
Percayalah HME
Meski dihadang lawan
Kamu ga sendirian
Yo rame-rame
Yo sama-sama
Kita nyanyi bersama
Percayalah HME
Mski penuh ancaman
Kamu ga sendirian
Syalalala...
Setelah itu kami juga diminta untuk menyanyikan lagu-lagu yang pernah diajarkan sebelumnya. Beberapa orang masih belum hafal lirik dan nadanya sehingga ditunjuk seorang PJ, Alvin, yang diminta untnuk mengajarkan lagu-lagu ke orang-orang yang belum hafal tersebut. Kami diminta agar sungguh-sungguh mempersiapkan hafalan lagu ini untuk dinyanyikan saat arak-arakan.
Kemudian, kami memasuki saraga untuk latihan membentuk formasi, formasi U untuk menyambut wisudawan, dan formasi arak-arakan, yaitu membentuk barikade pelindung wisudawan). Formasi U terdiri dari 3 bagian dengan shaf terdepan 35 banjar, di depannya adalah 4 maskot performance wisuda (Aladin, Jasmine, Raja Minyak, dan Jin lampu). Selama wisudawan memasuki bagian tengah dari formasi U, kami menyanyikan "E-L Elektro" dengan tabuhan gendang hingga steady state dan ada aba-aba dari komandan barisan. Untuk formasi arak-arakan, di bagian depan ada 4 orang maskot (seperti pada formasi U), di kiri dan kanannya ada pemegang bendera, barisan performance 6 banjar, 4 banjar wisudawan sepanjang 31 shaf yang di sisi kanan dan kirinya dilapisi barikade dari angkatan kami. Di belakang wisudawan ada pengarak yang tetap 6 banjar. Bagian luar barisan dikelilingi oleh massa HME lainnya. Untuk semua pengarak yang tidak melakukan performance diminta untuk menggunakan seragam yang sama dan ditentukan oleh angkatan kami. Setelah kami berlatih membentuk formasi, kami melakukan simulasi arak-arakan. Kami menyanyikan lagu yang diberikan oleh komandan barisan. Untu kformasi barikade ketika memasuki pintu tunnel harus disesuaikan secara sporadis namun secepat mungkin dapat kembali ke formasi untuk melindungi para wisudawan. Kami harus memberikan performa yang terbaik bagi gundala dan gundili karena bagi mereka wisuda itu hanya terjadi satu kali semur hidupnya.
Setelah istirahat dua jam dilanjutkan dengan forum. Forum kali ini membahas tentang persiapan arak-arakan. Dari masalah properti, pengerjaan karpet sejauh 90%, lampu aladin 50%, dan backdrop 70%. Untuk properti massal, lambang angkatan baru jadi 20 buah, kostum perform dan individu sebagian besar telah rampung kecual seragam angkatan untuk arak-arakan. Kendala dari pengerjaan kami ini dikarenakan waktu efektif pengerjaan hanya bisa sampai maghrib karena bulan puasa. Kami juga kekurangan SDM karena banyak diklat divisi dan performer juga harus latihan sehingga kami tidak bisa melakukan pengerjaan secara full-team. Ditambah lagi perkakas yang hilang karena tidak disimpan dengan baik. Solusi yang terpikirkan adalah oper pekerja jika pekerjaan mereka telah selesai ke pekerjaan lain yang masih dikerjakan. Target hari ini yang selesai adalah teko dan perangkat besar lainnya telah dilapisi dengan aci agar besok telah kering dan dapat dicat. Untuk backdrop ditambahkan tulisan Arabian Night dengan kain hitam dan cat emas mengkilat. Untuk karpet tinggal finishing, dan istana akan diberikan pasir agar terlihat lebih bagus. Dari properti massal, kalung hampir jadi dan PCB sudah dicetak, tinggal pemasangan komponen dan penyolderan.
Untuk performance, semua gerakan telah jadi. Ada 7 scene, yaitu tari 1000 tangan (6 penari), Tari Perut (1 penari utama wanita dan 6 penari tambahan pria), Rakyat sipil (10 pasang penari dan 1 orang raja minyak), Jin (1 penari utama yang keluar dari lampu jin dan 14 penari lain), prajurit (12 penari), dan flashmob dari semua penari tersebut. Kendala dari perform ini adalah kurangnya kekompakan dan belum adanya penghayatan yang dalam. Beberapa kostum ada yang disewa dan ada yang dijahit sendiri. Total biaya yang dikeluarkan sebesar 1,1 juta rupiah dan diperkirakan masih dibutuhkan 375 ribu rupiah lagi. Untuk kostum tari perut diharapkan agar kostum yang menarik tetap memperhatikan unsur-unsur kesopanan, apalagi ini di bulan suci Ramadhan. Untuk urutan perform, STEI dipindah menjadi urutan pertama karena bapak kaprodi, Pak Warno, mempunyai urgensi untuk menghadiri acara di tempat lain. Durasi maksimal perform adalah 10 menit. Dari latihan perform dan pembuatan dekor ini diharapkan kami dapat membangun kerjasama antaranggota ELTORO 2012, juga untuk membangun interaksi dengan angkatan 2011. Kami juga diharapkan untuk tidak ragu bertanya kepada seniro-senorita apabila ada hal yang diragukan, juga jika butuh bantuan.
Kami juga diberi pesan oleh seniro-senorita untuk menghafalkan seluruh lagu agar kami tidak diisengin oleh para wisudawan. Disamping itu, lagu-lagu ini tidak hanya sampai arak-arakan wisuda saja, tetapi juga untuk suporteran nanti ketika kami sudah aktif di dalam himpunan. Kemudian seniro Adiwena juga memberikan pesan khusus yaitu agar lagu EL-Elektro yng kami nyanyikan harus terdengar hignga gerbang depan. Kami pun menyanggupi tantangan tersebut. Diharapkan saat arak-arakan nanti kami semua, massa elektroteknik 2012 yang hadir sebanyak mungkin, jangan sampai hanya sejumlah wisudawannya saja. Dari kami akan mengusahakan dengan konfirmasi di google docs, konfirmasi jarkom setiap harinya, bahkan jemput bola jika kondisinya memungkinkan. Untuk juniro-bonita yang masih enggan mengikuti MBC juga akan diberikan peran yaitu membawa sebagian properti yang diperlukan nantinya agar mereka datang. Di akhir forum, ketua angkatan kami mendapat teguran dari Seniro Hasnan karena lalai mengirim jarkom untuk membawa topi agar kami tidak kepanasan. Kemudian ketua angkatan kami meminta maaf kepada seluruh angkatan. Untuk arak-arakan nanti kami diharapkan membawa topi agar tidak kepanasan.
No comments:
Post a Comment