Di day ke-7 MBC ini kami mulai dengan apel pagi. Tidak
seperti biasanya, kami melakukan apel pagi di selasar GKU Timur karena selasar
basement Labtek VIII telah berisi berbagai atribut yang akan kami gunakan untuk
arak-arakan. Pada hari ini kami akan bersiap-siap untuk mengarak para gundala
dan gundili yang baru saja diwisuda di Sabuga. Di apel pagi ini kami berjumlah
214 orang dan kuorum yang dijanjikan pada pertemuan sebelumnya adalah 215
orang. Seniro mengingatkan bahwa pada saat arak-arakan nanti jumlah kami harus
kuorum. Namun, tak beberapa lama ada 2 teman kami yang datang terlambat dan
langsung mengikuti apel pagi, sehingga total jumlah kami pada apel pagi
berjumlah 216 orang. Di apel pagi ini kami juga diajarkan bagaimana cara
menyanyikan mars kebanggan HME ITB.
Mars HME
Elektro ITB, derap langkahmu menggema
Elektro ITB, desah nafasmu menggetarkan udara
Elektro ITB, bakti karyamu jadi dambaan bangsa
Berjayalah selalu di mata dunia, Elektro ITB
Ok Champ? Elektro, Elektro, Elektro (3x)
Elektro? We can fight (3x)
Mars ini dibawakan dengan cara mengepalkan tangan kanan di
udara sambil menghentakkan kaki. Setelah apel pagi kami dibubarkan secara
sporadis menuju basement labtek VII untuk melanjutkan pengerjaan dekorasi kami
yang belum selesai serta mendandani para performer yang akan tampil nanti.
Kemudian, pada pukul 12.15 kami bersiap-siap untuk menuju ke
saraga. Kami telah mengenakan properti seperti kalung dan bando dengan LED berkedip
serta sorban. Mobilisasi kami sempat terganggu di tengah jalan karena hujan
mulai turun sehingga kami harus mengamankan properti kami yang besar seperti
lampu jin dan miniatur istana. Sesampainya di tangga tunnel, beberapa teman
kami tinggal di dekat gerbang belakang untuk menjaga properti kami agar tidak
dirusak sementara yang lainnya melanjutkan mobilisasi ke saraga.
Sesampainya di saraga, kami sempat menunggu sekitar satu jam
dan akhirnya kami merapat ke bagian saraga yang berhubungan dengan sabuga untuk
menjemput para gundala-gundili. Setelah menyanyikan Mars HME, kami mulai
mengarak para gundala-gundili ke tunnel. Di tunnel kami juga menyerukan “E-L
Elektro” dengan lantang, hingga menggema ke seluruh dinding tunnel. Di pintu
tunnel kami bersama para gundala-gundili kembali menyanyikan Mars HME. Kemudian
perjalanan arak-arakan kami dilanjutkan ke arah gedung SBM dan gedung Mesin,
melewati jalur barat ITB. Di sekitar gedung mesin, hujan mulai turun deras dan
properti yang kami bawa seperti onta mulai rusak parah. Beberapa teman kami ada
juga yang melewati jalur teduh barat agar properti miniatur istana kami tidak
ikut rusak. Kami melanjutkan perjalanan hingga gerbang depan ITB, dengan
seluruh tubuh basah kuyup karena hujan yang sangat deras. Walaupun begitu,
semangat kami tetap tidak luntur walaupun diguyur hujan deras.
Sesampainya di gerbang depan, kami mulai melakukan perform.
Perform tersebut berjalan dengan mulus meskipun agak terganggu dengan adanya
hujan, namun para gundala-gundili terhibur dengan perform yang kami lakukan.
Setelah itu, kami langsung secara sporadis menuju labtek VIII. Tetapi di
lapangan cinta kami dipergoki oleh para gundala yang sudah siap dengan “senjata
nakal” nya dan menyiram kami-kami yang
lewat. Setelah sampai di Labtek VIII kami di briefing oleh seniro dan para
gundala-gundili juga menyampaikan kesan dan pesannya ke kami tentang
arak-arakan, serta menyanyikan mars Eltoro.
No comments:
Post a Comment